LAPORAN AKHIR

M.K INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

SEMESTER GENAP – 2007/2008

Kajian Situs

http://www.malibu62studio.com

oleh:

Erfira Sefitri

G14052020

(http://ran13zmboutra.blogspot.com)


INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2008

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan rahmat yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir ini. Laporan ini merupakan tugas akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan kepada semua pihak pada umumnya. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun selalu penulis harapkan sebagai bahan evaluasi guna peningkatan di masa yang akan datang.

Dengan segala kerendahan hati, penulis ingin berterima kasih kepada segala cinta yang telah menggenapkan laporan ini:

1. Orang tua dan keluarga tercinta atas cinta dan kasih sayangnya.

2. Bapak Firman Ardiansyah selaku dosen mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer atas segala ilmu yang telah diberikan tanpa lelah.

3. Kelompok Eazhy [Anton, Indah, Nadya dan Angga] atas kebersamaannya menjalani minor Sistem Informasi ini, sangat tidak menyesal sekali ^_^

4. Teman-teman seperjuangan, STK 42 atas kebersamaan dan kekompakannya selama ini.

5. Teman-teman Minor Sistem Informasi sekaligus Mayor Ilmu Komputer atas segala bantuannya

6. Dosen-dosen Departemen Ilmu Komputer [Ibu Sri (Kalkulus 3, Annum, dan SI), Ibu Annisa (Algor), Pak Wisnu (Basdat), Pak Irman (RPL dan SI) dan Pak Rindang (SI)] atas segala ilmu yang telah diberikan.

7. Seluruh civitas akademik Statistika dan Ilmu Komputer IPB atas dukungan dan bantuannya.

8. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan akhir ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Akhir kata, semoga laporan akhir ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan. Penulis memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat di dalam penulisan laporan ini.

Bogor, 13 Juni 2008

Penulis

DAFTAR ISI

­­Halaman

KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

.. DAFTAR GAMBAR

.. BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang. 1

1.2 Tujuan. 1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.. 2

2.1 Interaksi Manusia Dan Komputer 2

2.2 Internet 2

2.3 Web. 2

2.4 Kemampuan Penggunaan (Usability) 2

2.5 Analisis Pengguna. 3

2.6 Desain Layar 4

BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN.. 5

3.1 Logo Malibu 62 Studio. 5

3.2 Menu Utama Malibu 62 Studio. 6

3.3 Menu Hot News Malibu 62 Studio. 6

3.4 Penempatan Tool Bar Menu. 7

3.5 Tampilan Berita Tidak Update. 7

3.6 Link. 8

3.7 Form Bisnis Fotografi 9

3.8 Menu Gallery Malibu 62 Studio. 10

3.9 Konsistensi Layout 11

3.10 Komposisi Layar 11

3.11 Gambar 11

3.12 Warna. 13

3.13 Fonts Dan Pewarnaannya. 13

3.14 Warna Background Foto Dan Background Web Tidak Kontras. 16

3.15 Penulisan Teks Rata Kiri Dan Kanan (Justified Text) 17

3.16 Sesuatu Yang Berkedip. 17

3.17 Navigasi 17

3.18 Screen Resolution. 18

3.19 Penggunaan White Space. 19

3.20 Border. 19

3.21 Halaman Yang Panjang. 19

3.22 Scrolling. 20

3.23 Bahasa Sederhana. 20

3.24 Mesin Pencarian. 20

3.25 Ruangan Komentar 20

3.26 Alat Penghitung Pengunjung. 20

BAB 4 PENUTUP. 22

4.1 Kesimpulan. 22

4.2 Saran. 22

DAFTAR PUSTAKA.. 23

DAFTAR GAMBAR

­­Halaman

Gambar 1. …. Hubungan Interaksi Manusia dan Komuter dengan disiplin ilmu lainnya. 2

Gambar 2.….. Tahapan Model Pengguna. 4

Gambar 3. …. Halaman utama web Malibu 62 studio. 5

Gambar 4. …. Halaman lainnya web Malibu 62 studio. 5

Gambar 5. …. Menu Hot News pada web Malibu 62 Studio. 6

Gambar 6. …. Tampilan Berita yang tidak update. 7

Gambar 7. …. Link yang tidak berubah warna. 8

Gambar 8. …. Link yang tidak berwarna biru. 8

Gambar 9. …. Gambar sekaligus link. 9

Gambar 10. . Form bisnis fotografi 9

Gambar 11. . Isi pada menu gallery. 10

Gambar 12. . Komposisi layar yang tidak baik. 11

Gambar 13. . Penggunaan flash pada menu utama. 12

Gambar 14. . Tampilan menu utama yang belum keluar dengan sempurna. 12

Gambar 15. . Sebagian besar warna yang digunakan web Malibu 62 Studio. 13

Gambar 16. . Ukuran teks pada web Malibu 62 Studio. 14

Gambar 17. . Image-text pada judul menu web Malibu 62 Studio. 15

Gambar 18. . Penulisan teks yang tidak konsisten. 15

Gambar 19. . Warna fonts pada web Malibu 62 Studio. 16

Gambar 20. . Warna background foto tidak kontras. 16

Gambar 21. . Penulisan teks dengan justified text 17

Gambar 22. . Menu Utama Malibu 62 Studio yang berkedip. 17

Gambar 23. . Navigasi pada Menu Products. 18

Gambar 24. . Penggunaan navigasi pada menu Products. 18

Gambar 25. . Pengunaan white space yang baik pada web Malibu 62 Studio. 19

Gambar 26. . Border. 19

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Web site merupakan tempat menyimpan data dan informasi-informasi dengan topik tertentu. Web site dapat mendukung kegiatan pemasaran suatu perusahaan karena memudahkan penyampaian informasi kepada pelanggan. Kemudahan-kemudahan dalam menggunakan web site dapat memotivasi pelanggan untuk membuat keputusan pembelian atau merayu pelanggan agar tertarik dengan produk yang ditawarkannya. Oleh karena itu Malibu 62 Studio dapat menggunakan web site dalam pemasaran mereka.

Suatu web site dikatakan baik atau buruknya tergantung dari subjektifitas yang menilai. Pendapat orang yang satu dengan yang lainnya tidak dapat disamakan begitu saja, karena masing-masing individu memiliki selera yang berbeda-beda.

Secara kriteria penilaian baik tidaknya web site yang paling utama adalah ada tidaknya kenyamanan yang dirasakan oleh pengunjung web site tersebut. Sedangkan desain web yang baik akan bergantung pada penerimaan para pengunjung web, bukan berdasarkan seni, kreativitas dan selera desainer saja, kecuali benar-benar bermaksud memperlihatkan-

nya sebagai karya seni eksklusif yang indah dilihat, daripada media komunikasi interaktif yang mudah dipergunakan.

1.2. Tujuan

Tujuan dari penulisan laporan akhir mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) adalah sebagai salah satu syarat untuk memenuhi ujian akhir semester (UAS) mata kuliah tersebut, dikarenakan laporan ini sebagai pengganti UAS. Selain itu, untuk menambah pengetahuan penulis tentang desain web yang baik dari segi usability dan user experience serta dapat membandingkan analisa yang dilakukan dengan teori yang telah diterima. Dilihat dari segi bahan yang digunakan oleh penulis, yaitu web dari Malibu 62 Studio yang beralamat di www.malibu62studio.com memiliki tujuan diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Menyediakan informasi kepada pengunjung web site mengenai berita terkini tentang Malibu 62 Studio.

2. Menyediakan informasi mengenai awal berdirinya Malibu 62 Studio, prestasi yang dimiliki Malibu 62 Studio sekaligus profile dari orang-orang yang berkecimpung didalamnya.

3. Meyediakan informasi mengenai sistem waralaba yang digunakan oleh Malibu 62 Studio agar pengunjung web site tertarik menjadi tim Franchise Malibu 62 Studio berikut formulir pendaftarannya dalam menu contact.

4. Menyediakan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Malibu 62 Studio.

5. Memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh Malibu 62 Studio dengan sistem paket.

6. Menyediakan hasil jepretan foto Malibu 62 Studio.

7. Menyediakan informasi mengenai alamat, nomor telepon serta email dari kantor pusat dan cabangnya.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Interaksi Manusia Dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) atau Human-Komputer Interaction (HCI) adalah disiplin ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, dan implementasi sistem komputer yang secara interaktif digunakan oleh manusia, serta studi fenomena-fenomena besar yang berhubungan dengannya.

Gambar 1. Hubungan Interaksi Manusia dan Komuter dengan disiplin ilmu lainnya

2.2. Internet

Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini digunakan protokol yaitu TCP/IP.

TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data. Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, biasanya harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada, yang biasanya disebut penyelenggara jasa internet. Dengan memanfaatkan internet, pemakaian komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.

2.3. Web

Web adalah fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Untuk memudahkan membaca data dan informasi tesebut dapat mempergunakan web browser seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox ataupun Netscape. Sedangkan web site merupakan kumpulan halaman web yang berhubungan dan saling terkait. Keterhubungan ini mempengaruhi keputusan para pengembang web dalam menangani setiap elemen web dan proses-prosesnya.

2.4. Kemampuan Penggunaan (Usability)

Web usability adalah salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah web. Pengembang harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplementasikannya pada sebuah web. Menurut Jacob Nielsen, usability adalah sebuah atribut kualitas yang menjelaskan atau mengukur seberapa mudah penggunaan suatu antar muka (interface) untuk digunakan. Usability juga mengacu kepada metode untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses perancangan.

Usability didefinisikan melalui lima komponen, yaitu :

1. Learnability

Learnability menjelaskan tingkat kemudahan pengunjung untuk melakukan tugas-tugas sederhana ketika pertama kali mereka menemui suatu desain.

2. Efficiency

Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengunjung dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu setelah mereka mempelajari desain tersebut.

3. Memorability

Memorability menjelaskan tingkat kecepatan pengunjung mendapatkan kembali kecakapan dalam menggunakan desain dengan baik, ketika kembali setelah beberapa waktu ke web tersebut.

4. Errors

Errors menjelaskan seberapa banyak kesalahan yang dilakukan oleh pengunjung, separah apa kesalahan yang telah dibuat dan semudah apa kesalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

5. Satisfaction

Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengunjung dalam menggunakan desain.

Dalam salah satu alert box-nya, Jacob Nielsen menyebutkan sepuluh kesalahan yang paling banyak terjadi dalam desain web yang bertentangan dengan teori Usability. Sepuluh kesalahan tersebut adalah:

1. Sistem pencarian yang buruk.

2. Penggunaan format PDF untuk halaman yang dibaca online.

3. Tidak melakukan penggantian warna dari link yang sudah dikunjungi.

4. Teks yang susah dibaca sekilas.

5. Ukuran font yang tidak bisa diubah.

6. Judul halaman yang diberi indeks rendah oleh mesin pencarian.

7. Segala hal yang terlihat seperti iklan.

8. Melanggar kesepakatan desain.

9. Membuka jendela browser baru.

10. Tidak menjawab pertanyaan pengunjung.

Sebuah web dengan usability yang buruk akan ditinggalkan oleh pengunjungnya. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang akan membuat pengunjung meninggalkan sebuah web :

1. Web sulit digunakan.

2. Home page tidak menjelaskan tentang apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan apa saja yang dapat dilakukan oleh pengunjung pada web tersebut.

3. Pengunjung mendapatkan adanya kesalahan pada web.

4. Informasi web sulit dibaca dan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan pengunjung.

2.5. Analisis Pengguna

Analisis pengguna sangat dibutuhkan dalam merancang suatu web, dimana akan menjadi dasar dalam merancang suatu antar muka web. Dengan seperti itu, maka pengguna akan merasa nyaman terhadap web tersebut. Pengembang web harus dapat mengetahui siapa saja sasaran web tersebut, kemudian mempelajari latar belakang, pendidikan, kemampuan dan data lain yang dibutuhkan tentang pengguna.

Pengguna dibagi ke dalam beberapa tahap yaitu :

1. Novice

Novice merupakan pengguna baru antar muka, biasanya mereka memiliki tujuan namun tidak tahu bagaimana mencapai tujuan dengan antar muka tersebut. Novice mudah frustasi dan bingung apabila tidak mengerti tentang antar muka web tersebut sehingga mungkin mereka meninggalkan web atau tidak pernah kembali.

2. Advanved Beginner

Pengguna yang satu ini biasanya dapat melakukan tugas umu dengan baik, selalu ingin menyelesaikan pekerjaan dan tidak tertarik mempelajari konsep antar muka.

3. Competent Performer

Ciri dari pengguna ini adalah memiliki model mental yang baik terhadap antarmuka dan dalam menerapkan suatu model untuk melakukan tugas baru. Pengguna ini biasanya lebih sering menggunakan help atau tutorial untuk mempelajari bagaimana menyelesaikan tugas dengan lebih efisien dan dapat mendiagnosa dan memperbaiki kesalahannya sendiri.

4. Expert

Pengguna ini merupakan posisi paling atas apabila digambarkan dalam sebuah piramida (gambar 2). Karakteristik dari pengguna sejenis ini adalah memiliki motivasi yang tinggi, memiliki model komprehensif antarmuka, ingin mempelajari teori di belakang desain produk dan ingin berinteraksi dengan pengguna ahli lain. Pengguna inilah yang sering menggunakan system, namun pengguna seperti ini hanyalah sebagian kecil dari pengguna.

Gambar 2. Tahapan model pengguna

2.6. Desain Layar

Desain layar yang baik adalah desain yang dapat mencerminkan kemampuan, kebutuhan dan tugas penggunanya, dimana dikembangkan dengan batasan fisik hardware tempat ditayangkan. Desain tersebut mampu mengefektifkan kemampuan software dan tujuan bisnis yang ingin dicapai terwujud.

Suatu desain dikatakan buruk apabila ditemui dalam suatu web dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Desain visual tidak konsisten

2. Desain usang karena mengemulasikan dokumen tercetak

3. Interupsi visual atau audio terlalu banyak

4. Penggunaan elemen dan fitur desain berlebihan, seperti penggunaan tiga dimensi, atau warna yang berlebihan

5. Ikon yang didesain tidak matang

6. Typografi yang buruk

7. Metafora yang dipaksakan atau terlalu indah

8. Navigasi membingungkan atau tidak efisien

9. Pembuangan waktu pengguna

10. Page scroling yg tidak efisien

11. Terlalu banyak informasi yang tidak dipilah

12. Informasi usang (tidak update)

13. Kemudahan pembacaan rendah

Tujuan desain antar muka adalah mengurangi pekerjaan pengguna baik visual, intelektual, ingatan maupun gerakan. Selain itu, untuk meminimalkan atau menghilangkan kekhawatiran ‘gaptek’.

BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Logo Malibu 62 Studio

Logo merupakan identitas utama sebuah web site. Logo dalam web Malibu 62 Studio sekaligus menunjukkan nama dari perusahaan tersebut. Pada web ini, logo sudah diberikan dengan jelas, namun logo tersebut menyatu dalam gambar pada menu utama web Malibu 62 Studio dan terdapat dalam bagian flash pada menu-menu yang lainnya. Berikut ini adalah logo yang terdapat pada halaman web Malibu 62 Studio :

Gambar 3. Halaman utama web Malibu 62 studio

Gambar 4. Halaman lainnya web Malibu 62 studio

Logo (yang dilingkari pada gambar 3 dan 4) tersebut mengindikasikan adanya tidak dapat terlihat sempurna apabila proses loading yang lama sehingga membuat identitas web tersebut menjadi tersamarkan. Kemudian posisi logo yang cenderung berubah-ubah, kadang di kiri atau kadang di kanan. Web Malibu 62 Studio juga memasukkan tag line pada web-nya, sehingga pengunjung mengetahui apa yang menjadi slogan perusahaan tersebut atau dapat mengetahui karakteristik perusahaan tersebut hanya dengan membaca tag line-nya.

3.2. Menu Utama Malibu 62 Studio

Apabila mengakses web Malibu 62 Studio, maka akan dihadapkan tampilan pertama dari web tersebut seperti yang telah diberikan sebelumnya pada gambar 1. Pada gambar tersebut, dapat dilihat bahwa tampilannya telah mencerminkan web Malibu 62 Studio yaitu sebagai studio foto yang dicirikan dengan flash foto-foto. Namun, sebenarnya menu utama ini merupakan intro dari web Malibu yang tidak terlalu penting karena apabila akan menggunakan web ini diharuskan mengakses dengan tool bar yang disediakan di bawah dari menu utamanya yang ternyata akan me-link pada halaman baru dimana halamannya tidak serupa dengan menu utama tersebut. Berikut ini adalah tampilan apabila pengunjung web memilih salah satu menu dari tool bar pada menu utama :


Gambar 5. Menu Hot News pada web Malibu 62 Studio

Ketika muncul gambar di atas, maka untuk kembali ke gambar 3 dapat dilakukan dengan mengklik heading pada gambar 5, karena gambar tersebut merupakan link. Namun, sangat disayangkan pada gambar 3 tidak dapat melakukan apa-apa, karena kalau dipilih tool bar yang di bawahnya, maka akan merujuk kembali ke gambar 5. Jadi seolah-olah gambar 3 merupakan hiasan tidak memiliki fungsi apa-apa.

Menu utama yang ditunjukkan pada gambar 3 tidak begitu penting karena hanya akan membuat proses loading yang begitu lama. Pengunjung yang tidak tahan terhadap proses loading yang lama, akan membuat mereka meninggalkan web tersebut. Jadi, gambar 5 yang ditunjukkan di atas sudah dapat merepresentasikan web tersebut, karena menunjukkan karakteristik dari web studio foto yang dijelaskan pada heading-nya.

3.3. Menu Hot News Malibu 62 Studio

Pada menu hot news, diharapkan pengunjung akan mendapatkan berita terhangat atau terbaru dari web tersebut. Kegunaan adanya menu tersebut, ketika terdapat pengunjung web yang setia melakukan akses ke web tersebut hanya akan melihat informasi dari menu tersebut, karena mereka meyakini menu tersebut adalah menu yang selalu diubah oleh pengembang web, sehingga akan membuat pengunjung web tidak akan mencari informasi ke menu yang lainnya.

Namun, menu hot news pada web Malibu 62 Studio tidak sesuai dengan yang diharapkan, tidak dapat menerangkan hal yang baru di web tersebut. Jadi, pengunjung web akan kesulitan mencari berita baru di web tersebut. Tampilan menu hot news pada web Malibu 62 Studio dapat dilihat pada gambar 5.

3.4. Penempatan Tool Bar Menu

Urutan fokus mata pengunjung dalam mengamati sesuatu dimulai dari bagian atas, kiri, kanan, dan terakhir adalah bagian bawah. Merujuk pada fakta ini, maka penempatan informasi paling penting yaitu tool bar menu yang dapat dilihat pada gambar 5 (bagian yang dilingkari). Pada web Malibu 62 Studio ini tool bar menu diletakkan pada bagian atas setelah heading karena menu merupakan ide pokok yang mengetengahkan informasi utama yang dimiliki oleh sebuah web. Peletakan menu utama pada web Malibu 62 Studio ini dapat dikatakan cukup baik karena diletakkan pada bagian atas. Dengan demikian, ketika pengunjung menggunakan web maka pengunjung bisa langsung mengetahui konten apa saja yang ditawarkan oleh web tersebut.

3.5. Tampilan Berita Tidak Update

Halaman web yang baik senantiasa memberikan berita terkini kepada pengunjung web. Pengembang web boleh menggunakan teks ataupun ikon “New” untuk memberitahu pengunjung web tentang informasi terbaru yang telah dimasukkan ke dalam halaman web atau juga dengan memberikan satu tampilan khas untuk menyampaikan berita-berita terbaru. Setelah berlalu satu jangka waktu yang ditetapkan, informasi yang bersangkutan dipindahkan ke dalam kategori yang sesuai dan digantikan dengan berita yang baru.

Namun pada web Malibu 62 Studio, berita yang ditampilkan bukanlah merupakan berita yang update kebanyakan berita yang seharusnya tidak dipasang namun masih ada dalam web ini padahal peletakannya pada menu hot news yang mengindikasikan berita-berita terhangat. Berikut ini adalah salah satu contoh berita yang tidak update pada web malibu 62 Studio yang masih saja dipublikasikan :

Gambar 6. Tampilan Berita yang tidak update

Pada gambar di atas hanya salah satu contoh berita yang tidak update di menu tersebut padahal masih banyak lagi yang lainnya. Berita yang diberikan sangat tidak update karena jadwal tanggal yang diberikan sudah lewat, sehingga berita tersebut tidak mempunyai makna bagi pengunjung web. Sebaiknya pemilik web site lebih tanggap terhadap isi web site yang dipublikasikan dengan cara selalu meng-update berita yang ada. Dengan seperti itu, pengunjung web tidak merasakan kesan yang buruk terhadap web tersebut. Hal ini akan membuat web tersebut memiliki pengunjung setia (return visitor) sehingga web tersebut memiliki manfaat baginya.

Jadi, pemilik web harus selalu membuat isi web yang bermanfaat bagi pengunjung dan rajin melakukan update informasi terhadap web site-nya secara periodik sehingga konsumen dapat memberikan kepercayaan terhadap perusahaan. Kemudian pemilik web site sebaiknya setelah meng-update isi dari web-nya, disertakan waktu terakhir halaman web tersebut di-update. Dengan seperti itu, pengunjung web dapat mengetahui apakah berita terkininya merupakan berita yang benar-benar terbaru ataukah sudah lapuk.

3.6. Link

Pada suatu web sebaiknya link yang telah dikunjungi diubah warnanya agar pengunjung mengetahui mana yang telah dikunjungi ataupun yang belum. Apabila pengunjung bingung dengan halaman atau tags mana yang sudah dikunjungi dan mana yang belum, maka dia akan tersesat di web tersebut. Untuk menghindari hal itu, maka perlu dilakukan perubahan warna untuk link yang telah dikunjungi. Pada web Malibu 62 Studio, link yang telah dikunjungi tidak berubah warna sehingga pengembang harus merubahnya.

Gambar 7. Link yang tidak berubah warna

Seharusnya pada gambar di atas, link hot news dan profile telah berganti warna karena sudah dikunjungi oleh pengunjung.

Setiap link sebaiknya dibuat berwarna biru dan digarisbawahi karena telah menjadi konvensi umum bagi pengguna, bahwa teks yang berwarna biru dan digarisbawahi merupakan sebuak link yang dapat diklik. Pada web Malibu 62 Studio terdapat link yang berwarna merah, sebaiknya diganti dengan warna biru dan digarisbawahi sebagaimana sesuai dengan link yang standard.

Gambar 8. Link yang tidak berwarna biru

Kata ‘Klik di sini’ menunjukkan suatu link, namun pengunjung mungkin tidak sadar karena warna yang digunakan adalah merah yaitu sama dengan tulisan yang lain. Penggunaan kata tersebut juga sudah cukup tepat karena dijelaskan kembali oleh kata berikutnya, sehingga pengunjung mengetahui link apa itu. Semestinya kalimat yang dilingkari di atas diganti dengan warna biru dan digarisbawahi atau hanya mengganti kata ‘Klik di sini’-nya saja yang lainnya tetap berwarna merah.

Dalam web Malibu 62 Studio juga terdapat gambar yang dijadikan link, namun gambar tersebut diletakkan pada suatu menu yang terdiri dari banyak gambar, namun hanya satu gambar saja yang merupakan link. Hal ini akan membuat pengunjung kebingungan karena tidak terdapat perbedaan antara gambar yang link dan bukan link. Jadi, sebaiknya link yang berupa gambar tersebut diganti berupa tulisan saja, sehingga tidak terdapat gambar yang berupa link. Apabila pada halaman tersebut hanya terdapat gambar itu saja maka gambar tersebut boleh dijadikan link.

Gambar 9. Gambar sekaligus link

3.7. Form Bisnis Fotografi

Web Malibu 62 Studio menyediakan fasilitas bagi pengunjung web yang tertarik pada bisnis fotografi dapat bergabung dengan tim franchise Malibu 62 Studio. Form tersebut diletakkan pada menu contact padahal dalam menu franchise terdapat ajakan untuk bergabung dan menghubungi tim Malibu 62 Studio. Bukanlah ini membuat pengunjung kesulitan dalam melakukan suatu task karena tidak diselesaikan pada satu halaman atau tidak diberikan petunjuk yang mudah. Sebaiknya form tersebut diletakkan saja pada menu franchise karena lebih berkaitan dengan menu tersebut dibandingkan menu contact. Berikut ini adalah form bisnis fotografi yang terdapat pada web Malibu 62 Studio :

Gambar 10. Form Bisnis Fotografi

Pada form bisnis fotografi tersebut juga memiliki kekurangan, yaitu pengunjung web tidak diberitahu bahwa mana saja field yang harus diisi oleh pengunjung web sehingga pengunjung memiliki resiko apabila mengisi atau tidak mengisi. Web Malibu 62 Studio memunculkan message box setelah pengunjung akan mengirimkan pesan tersebut, yaitu field yang bersangkutan. Sebaiknya form tersebut diberitahu mana saja yang wajib untuk diisi misalnya ditandai dengan tanda bintang (*).

Pada field alamat, pengembang web juga membatasi banyaknya karakter padahal mereka menginginkan field alamat tersebut harus diisi dengan alamat yang jelas. Banyaknya karakter yang dibatasi pada field alamat ini adalah 35 karakter. Sebaiknya lebih diperbanyak saja untuk mengatasi alamat yang panjang.

Format telepon pada form di atas juga tidak jelas, karena pengunjung dapat memasukkan abjad padahal tidak mungkin telepon bernomorkan abjad. Sebaiknya pengembang web langsung memberi teguran ketika pengunjung memasukkan nomor teleponnya dengan abjad. Jadi, tidak ada pengunjung yang bermaksud memainkan form ini.

Format email juga tidak diberikan oleh pengembang sehingga pengunjung dapat memasukkannya dengan asal-asalan padahal informasi email sangat berguna sekali bagi pemilik web. Sebaiknya pada field email diberikan formatnya dan ketika pengunjung web memasukkannya tidak sesuai dengan formatnya maka akan diberitahu dengan sendirinya sehingga pengunjung harus memasukkan emailnya dengan benar.

Selain itu, kesalahan pada form tersebut adalah button ‘send’ dan ‘reset’ karena button ini memiliki fungsi yang berbeda sekali, dan peletakkannya diletakkan berdekatan. Ketika pengunjung salah menekan button reset maka akan mengakibatkan data yang telah diisi pengunjung akan hilang. Jadi, resiko yang diambil sangat besar, sehingga pengunjung dapat saja meninggalkan web tersebut atau form tersebut karena malas untuk mengisi kembali form tersebut. Sebaiknya, button reset tersebut ditiadakan saja. Apabila tetap ingin menggunakan button reset maka seharusnya ada message box yang menanyakan apakah yakin data yang telah diisikan ingin dihapus. Dengan adanya konfirmasi seperti itu, maka pengunjung dapat mengantisipasi apabila salah menekan button reset tersebut.

3.8. Menu Gallery Malibu 62 Studio

Pada menu gallery web Malibu 62 Studio, isi yang terdapat pada menu tersebut terlihat berantakan. Berikut ini adalah gambar pada isi menu gallery :

Gambar 11. Isi pada menu gallery

Pada gambar di atas, foto-foto terlihat berantakan antar barisnya dikarenakan ukuran foto yang tidak sama. Sebaiknya peletakkan foto tersebut dapat disesuaikab dengan ukurannya sehingga foto tersebut enak untuk dipandang mata. Lalu foto tersebut sebaiknya dikategorikan saja, sesuai dengan hasil foto berbagai jepretan produk yang ditawarkan Malibu 62 Studio. Misalnya, foto-foto keluarga dikumpulkan menjadi satu bagian, foto-foto pengantin bagian yang lainnya dan seterusnya. Dengan keadaan seperti itu, pengunjung web tidak harus menunggu loading yang lama sampai mendapatkan halaman tersebut harus terbuka sempurna padahal pengunjung web berharap bukanlah foto-foto tersebut yang ingin dilihat. Jadi, pengunjung web memasuki menu gallery mendapatkan gallery foto yang akan mereka lihat. Namun sediakan juga pilihan untuk melihat semua gallery, karena ada juga tipe pengguna web yang ingin melihat semua foto-foto sehingga pengembang web harus tanggap terhadap semua tipe-tipe pengguna dengan mengenal karakter mereka masing-masing.

3.9. Konsistensi Layout

Pada suatu web site, diharapkan memiliki sebuah layout yang tampak sama untuk semua halaman situs sehingga akan lebih memudahkan pengunjung web dalam memahami isi situs, daripada membuat layout yang berbeda-beda untuk setiap halaman. Tetapi bukan berarti pula tidak dibolehkan membuat layout halaman yang berbeda-beda untuk setiap penulisan halaman, namun paling tidak sebaiknya setiap halaman mempunyai dasar layout yang hampir sama. Secara umum web Malibu 62 Studio, layout untuk masing-masing halaman sudah terlihat konsisten. Pada setiap halaman, bagian atas berupa header dan button menu-menu begitu pula dengan footer-nya.

3.10. Komposisi Layar

Komposisi layar pada masing-masing menu sudah terlihat balance, namun pada menu products terlihat berantakan sekali. Susunan penempatannya terlihat tidak beraturan, sehingga sulit untuk dibaca dan tidak enak dipandang mata. Berikut ini adalah menu pada web Malibu 62 Studio yang tidak memiliki komposisi layar yang baik (menu products) :

Gambar 12. Komposisi layar yang tidak baik

Gambar di atas adalah adalah contoh komposisi layar yang tidak baik karena tidak terlihat seimbang antara sisi sebelah kanan dan kiri maupun sebelah atas dan bawah. Jadi pengunjung akan bingung membaca tulisan dan mana foto yang berkaitan dengan tulisan tersebut, karena tidak diberikan pengelompokkan dan foto tidak didekatkan dengan tulisan tersebut. Sebaiknya, produk yang ditawarkan tersebut dapat disajikan dengan diberi pengelompokkan mungkin dapat diberi border yang tentunya tidak terlalu tebal, atau diberi white space antara produk yang satu dengan yang lainnya sehingga tidak membuat pengunjung kebingungan.

3.11. Gambar

Grafis atau gambar merupakan bagian terpenting dari suatu situs Internet. Dengan grafis atau gambar, suatu web site akan memiliki unsur warna, kesan dan tema mengenai web tersebut. Unsur-unsur tersebut sangat dibutuhkan, asalkan tidak terlalu berlebihan, terlalu banyak gambar tidak hanya membuat slow-loading , tetapi juga kekanak-kanakan. Gambar yang digunakan pun sebaiknya juga jangan terlalu besar. Pengunjung web site tidak suka menunggu terlalu lama agar suatu tampilan muncul kesemuanya. Untuk mengoptimalkan gambar, sebaiknya dengan menggunakan gambar di dalam format 16-color.

Pada web site Malibu 62 Studio sangat banyak sekali gambar-gambar dalam tiap halamannya sehingga proses loading akan terjadi tidak begitu cepat, sehingga diperlukan penyiasatan untuk menghindari hal ini yaitu dengan mengurangi gambar. Hal ini sebenarnya lumrah saja untuk sebuah web site studio foto, dimana terdapat banyak foto-foto dimana-mana namun sebaiknya dibatasi saja untuk menghindari proses loading yang lama. Pada menu utama, terdapat foto-foto yang disajikan dengan flash sehingga akan memperlambat proses loading. Berikut ini adalah foto yang disajikan dengan flash pada menu utama :

Gambar 13. Penggunaan flash pada menu utama

Gambar yang dilingkari di atas merupakan foto yang disajikan dalam bentuk flash pada menu utama sehingga proses loading akan berjalan sangat lama apabila komputer yang digunakan tidak mendukung maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini :

Gambar 14. Tampilan menu utama yang belum keluar dengan sempurna

Pada gambar di atas merupakan hasil dari loading yang sangat lama ketika pengunjung menginginkan web terakses dengan sempurna, sehingga dengan terjadinya seperti ini dapat mengakibatkan pengunjung akan meninggalkan web site karena pengunjung malas untuk menunggu loading yang sangat lama.

Secara keseluruhan, web Malibu 62 Studio banyak menyediakan gambar sehingga akan membuat proses loading yang lama. Sebaiknya penggunaan gambarnya dibatasi saja, apabila tidak terlalu diperlukan maka gambar tersebut harus ditiadakan dari web. Dari segi spider search engine seperti Google, Yahoo, MSN dan sebagainya, suatu web yang didominasi dengan gambar ataupun flash, spider akan sulit untuk mengindex web site tersebut. Dikarenakan spider takut pada benda-benda yang berkilauan dan mengejutkan sehingga tidak suka pada grafik flash, GIF, JPG dan benda-benda sejenis. Jadi, seharusnya web tersebut di minimalisasi penggunaan gambarnya.

3.12. Warna

Halaman hitam putih pada suatu web site akan sangat membosankan. Itulah mengapa perlu ditambahkannya unsur warna ke dalam web yang dibuat. Dengan memberikan warna yang tepat, maka akan menambah kesempurnaan web, sehingga halaman-halamannya akan mudah dibaca. Warna yang diberikan harus disesuaikan dengan warna teks. Jika warna yang terlalu ‘berani’ ataupun perpaduan warna yang tidak sedap dipandang mata digunakan, maka pengunjung web akan malas untuk membaca halaman tersebut dan mencari web lain yang lebih menarik.

1

Pada web malibu 62 Studio warna yang diberikan adalah perpaduan warna merah, yang sudah cukup kontras. Pengembang web sangat bagus dalam memainkan warna, karena hanya memainkan satu warna saja yaitu merah, dimana digunakan mulai dari warna yang tua sampai yang muda. Berikut ini adalah warna yang digunakan sebagian besar dalam web Malibu 62 Studio :

Gambar 15. Sebagian besar warna yang digunakan web Malibu 62 Studio

Pada gambar di atas, terlihat bahwa web Malibu 62 Studio dipadu menjadi berbagai warna yang hanya berasal dari satu warna utama saja. Terdapat lebih dari 10 warna merah yang didekati ke biru sampai didekatkan ke putih, sehingga menjadi warna-warna yang cukup kontras satu sama lainnya. Jadi, warna yang digunakan pada web Malibu 62 Studio sudah cukup baik dari segi perpaduan warna button, teks, layout, sampai hiasan pada web.

3.13. Fonts Dan Pewarnaanya

Font-style sebaiknya digunakan secara menyatu dan efektif serta mampu menggambarkan hirarki yang ada pada halaman web. Pembedaan font dan attribut font biasanya dapat membantu pengunjung untuk membedakan tingkat kepentingan informasi tersebut. Jumlah typefaces maksimal dalam satu halaman web yang dianjurkan adalah tiga typeface. Sejalan dengan penggunaan fonts, penggunan warna juga sebaiknya tidak terlalu beraneka ragam dalam satu halaman web. Jumlah jenis warna maksimal dalam satu halaman web yang dianjurkan adalah empat warna.

Penggunaan standard fonts yang sama terus menerus dalam sebuah web terlihat membosankan. Ada banyak sekali jenis font yang akan membuat tulisan terlihat lebih menarik dan lebih baik. Namun, pemakaian fonts yang terlalu beraneka ragam dalam suatu halaman juga tidak baik sehingga diperlukan pembatasan penggunaan fonts dalam suatu web menurut jenis pemakaiannya. Ukuran fonts juga sangat menentukan apakah sebuah konten dapat dibaca dengan mudah oleh pengunjung atau tidak.

Pada web Malibu 62 Studio ini sudah sangat baik dalam penggunaan font karena penggunaan font-nya tidak begitu banyak namun disiasati dengan ukuran font yang berbeda-beda, warna yang berbeda dan penggunakan text bold. Penulisan yang dicetak tebal menandakan bahwa tulisan tersebut dijadikan fokus utama. Fonts pada teks area adalah arial dengan ukuran yang berbeda-beda, namun sebagian besar adalah berukuran 8.5 yang terletak pada bagian isi, sehingga pengunjung web akan pusing apabila membaca web tersebut. Ukuran teks yang digunakan sangat kecil akan menyebabkan pengunjung kesulitan untuk membaca konten. Tujuan pengembang web menggunakan ukuran fonts kecil mungkin agar semua konten dapat ditampilkan dalam satu halaman dan mengurangi penggunaan scrolling. Akan tetapi, hal ini kurang memperhatikan kenyamanan pengunjung dalam membaca konten. Jika pengunjung kurang nyaman dengan penyajian konten, maka mereka akan mengabaikan tulisan tersebut. Berikut ini adalah fonts pada teks area yang disajikan pada web Malibu 62 Studio yang dianggap terlalu kecil untuk digunakan pada suatu web yang standard :

Gambar 16. Ukuran teks pada web Malibu 62 Studio

Pengunjung web lama kelamaan akan pusing apabila dihadapkan dengan ukuran seperti itu, karena tidak semua pengunjung memiliki karakteristik yang sama, ada yang memiliki masalah dengan matanya sehingga tidak dapat melihat tulisan yang begitu kecil. Pengunjung dengan kondisi seperti itu justru akan lebih cenderung untuk meninggalkan web karena mereka tidak merasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan oleh web tersebut, padahal disamping itu pengunjung tersebut sangat menginginkan mencari informasi dari web tersebut. Oleh karena itu disarankan pengembang web membuat fungsi untuk memperbesar dan memperkecil ukuran teks, sehingga pengunjung web dapat sesuka hati memilih ukuran font yang disukai.

Pada tiap menu web Malibu 62 Studio terdapat judul yang disajikan dalam bentuk gambar, dan font-nya merupakan decorative-font. Judul tersebut disajikan dalam bentuk text image. Biasanya text image digunakan oleh pengembang web untuk membuat tombol dan juga digunakan untuk membuat font-font yang tidak standar di web browser sehingga hal-hal yang berkenaan dengan browser compatibility dapat diatasi. Walaupun penggunaan text image dapat mengatasi masalah browser compatibility, penggunaan text image menimbulkan beberapa masalah, antara lain sebagai berikut :

1. File gambar dapat menyebabkan pembengkakan ukuran file. Sebagian besar pengunjung web di dunia masih menggunakan koneksi dial-up dan tidak sabar jika loading dari web yang dibuka sangat lambat. Hal ini menyebabkan pengunjung akan meninggalkan web sebelum loadingnya selesai.

2. Teks berbasis gambar tidak dapat diakses dengan menggunakan fitur searching.

3. Teks berbasis gambar tidak dapat dipilih sehingga pengunjung tidak mungkin melakukan copy and paste.

4. Teks berbasis gambar tidak dapat diubah ukurannya, padahal sebagian pengunjung melakukan perubahan ukuran pada browsernya agar lebih mudah membaca informasi yang ada di web.

5. Screen reader tidak dapat membaca teks yang berbasis teks.

6. Informasi yang ditampilkan dengan menggunakan teks berbasis gambar tidak akan muncul jika pengunjung mematikan pilihan load image pada browsernya. Sebagian pengunjung mematikan pilihan load image karena alasan koneksi. Jika image tidak diload maka halaman web akan ditampilkan lebih cepat dan bandwidth yang digunakan akan jauh lebih hemat; terutama untuk pengunjung yang mengakses web dengan koneksi yang mengharuskannya membayar per- kb terhadap bandwidth yang digunakannya.

Berikut ini adalah salah satu contoh image text yang digunakan :

Gambar 17. Image-text pada judul menu web Malibu 62 Studio

Pengembang web Malibu 62 Studio dapat dikatakan belum cukup baik dalam penggunaan text image ini. Pada web ini, text image hanya digunakan untuk judul tiap menunya padahal judul tersebut merupakan ciri yang dapat menggambarkan dari tiap menunya. Jadi, web ini akan mengalami resiko yang telah disebutkan sebelumnya apabila menggunakan image text ini.

Sebaiknya, judul-judul tersebut dibuat dengan menggunakan teks HTML biasa dan ditambah dengan fungsi-fungsi yang ada di file CSS sehingga web ini menjadi tidak terlalu bermasalah. Selain itu, informasi-informasi penting yang ada di halaman web dapat diakses dengan menggunakan fungsi searching maupun screen reader. Pengunjung juga dapat melakukan copy and paste terhadap informasi-informasi yang mereka anggap penting.

Selain itu, pada web Malibu 62 Studio tidak terdapat kekonsistenan dalam penulisan sebuah teks, padahal tulisan tersebut menggambarkan hirarki yang sama. Berikut ini adalah contoh penulisan yang tidak konsisten :

Gambar 18. Penulisan teks yang tidak konsisten

Pada gambar di atas menunjukkan ketidakkonsistenan penulisan padahal tulisan tersebut memiliki hirarki yang sama. Sebaiknya Penulisannya konsisten dan tidak menggunakan huruf kapital semuanya. Menurut Jacob Nielsen sebuah teks yang semua hurufnya merupakan huruf kapital akan mengurangi kecepatan pengunjung dalam membaca sekitar 10%. Penggunaan huruf kapital untuk semua teks juga terkesan kekanak-kanakan, amatir, atau tidak profesional. Cara ini sebaiknya hanya digunakan pada heading atau judul yang pendek atau untuk shouting. Pengembang web ini mungkin bertujuan agar tulisan berhuruf kapital diketahui oleh pengunjung web. Akan tetapi, pengembang web kurang memperhatikan faktor web usability-nya. Jadi, sebaiknya tulisan tersebut menggunakan metode Capitalize Each Word.

Penggunaan font dan warna pada web Malibu 62 Studio dapat menggambarkan hirarki yang terdapat pada halaman web. Pengembang web menggunakan ukuran font dan warna yang berbeda untuk menandakan sebuah teks merupakan judul, sub judul ataupun informasi biasa. Pada setiap halaman web, judul selalu dibuat dengan decorative-font yang disajikan dalam bentuk gambar seperti gambar 10. Sub judul diberi warna ungu tua dan informasi atau isinya diberi warna ungu muda. Dengan adanya pembedaan ini, maka pengunjung web dapat dengan mudah membedakan tingkat kepentingan informasi yang disampaikan. Kondisi ini dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Gambar 19. Warna fonts pada web Malibu 62 Studio

Pada gambar diatas, nomor satu menunjukkan warna yang digunakan pada judul menu, dimana disajikan dalam bentuk gambar. Warna nomor dua merupakan warna untuk tiap sub judul pada menu tersebut sedangkan nomor tiga merupakan isi dari tiap informasi dari sub judul tersebut.

3.14. Warna Background Foto Dan Background Web Tidak Kontras

Pada web warna background seharusnya kontras dengan apa yang diletakkan di atasnya agar terlihat warna background seharusnya. Namun web Malibu 62 Studio terdapat beberapa foto yang tidak kontras dengan background, salah satu contohnya adalah gambar di bawah ini :

Gambar 20. Warna background foto tidak kontras

Pada gambar di atas, terdapat dua foto yang warnanya tidak kontras dengan background web tidak seperti foto yang lainnya. Hal ini dikarenakan background foto yang digunakan sama dengan background web yang digunakan. Jadi, perlu ada penyiasatan foto seperti pemberian frame sehingga lebih jelas foto tersebut.

3.15. Penulisan Teks Rata Kiri Dan Kanan (Justified Text)

Pada suatu web sebaiknya penulisan teks jangan ditulis dengan menggunakan justified

text karena sama saja akan memaksakan tulisan agar rata ke kanan dan ke kiri sehingga akan terlihat banyak white space. Seperti yang digambarkan dalam web Malibu 62 Studio di bawah ini :

Gambar 21. Penulisan teks dengan justified text

Pada gambar tersebut, terlihat baris kedua agak dipaksakan sehingga banyak white space yang terjadi pada baris kedua dibandingkan baris yang lainnya sehingga terlihat tidak rapi. Jadi sebaiknya penulisan dilakukan rata kanan saja.

3.16. Sesuatu Yang Berkedip

Pada menu utama web site Malibu 62 Studio, terdapat dua pandangan yang saling beradu yaitu foto yang disajikan dengan flash dan tag line yang beranimasi. Keduanya merupakan sesuatu yang berkedip, sehingga pengunjung web akan merasa terganggu karena arah matanya akan cenderung ke sesuatu yang berkedip, sehingga lama kelamaan akan pusing apabila dipandang secara terus menerus. Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan kondisi tersebut :

Gambar 22. Menu Utama Malibu 62 Studio yang berkedip

Gambar di atas adalah menu utama pada web Malibu 62 Studio, dimana yang dilingkari merupakan sesuatu yang berkedip pada halaman tersebut. Terdapat foto yang berkedip-kedip dan juga tag line yang dibawahnya. Sebaiknya, tulisan yang berada di bawah tersebut ‘Capture Your Memory In The Artway’ dapat disajikan tidak dengan flash, sehingga tidak merusak pandangan. Jadi mata tidak beradu ke dua sisi, yaitu foto dan tag line tersebut.

3.17. Navigasi

Navigasi sangat diperlukan ketika suatu web menggunakan scrolling yang begitu panjang, sehingga dengan adanya navigasi pengunjung tidak perlu melakuakn scrolling untuk melakukan navigasi. Pada web Malibu 62 Studio, salah satu menunya, yaitu menu Products menggunakan navigasi di bagian atasnya. Berikut adalah navigasi yang diberikan :

Gambar 23. Navigasi pada Menu Products

Navigasi tersebut akan merujuk pada sub judul dalam menu Products tersebut sehingga pengunjung web tidak perlu melakukan scrollingyang lama untuk mendapat kan suatu sub judul misalnya terletak pada bagian akhir. Namun, peletakkan navigasi seperti di atas terlihat membingungkan karena untuk memilih salah satunya pengguna harus membaca satu-satu dulu, sehingga tampilan seperti ini jangan digunakan. Contoh tampilan yang keluar apabila menggunakan navigasi pada web Malibu 62 Studio dengan memilih ‘Merchandise Malibu 62 Studio’ :

Gambar 24. Penggunaan navigasi pada menu Products

3.18. Screen Resolution

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh pengembang web adalah mengenai lebar halaman web. Statistik menunjukkan bahwa kebanyakan komputer pengunjung saat ini memiliki resolusi 800×600 atau 1024×768 piksel. Kecendrungan saat ini menunjukkan bahwa resolusi 1024×768 piksel akan menjadi resolusi yang paling kecil di masa mendatang. Jika lebar dari halaman web melebihi resolusi komputer pengunjung, maka ketika pengunjung mengakses halaman web, pengunjung harus melakukan scrolling ke samping untuk melihat seluruh konten. Hal ini tentu saja kurang bagus karena pengunjung membutuhkan usaha yang lebih untuk mendapatkan informasi dari web. Bisa-bisa, bukannya tetap mencoba scrolling ke samping, tetapi pengunjung malah memilih untuk meninggalkan web. Kalau sudah begini, perusahaan juga yang menanggung kerugiannya.

Sebagian pengembang menyiasati masalah ini dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu. Harapannya adalah agar semua komputer pengunjung dapat menampilkan halaman web tanpa harus scrolling ke samping. Akan tetapi, dengan lebar halaman yang hanya 800 piksel tentu tidak banyak informasi yang dapat disampaikan. Selain itu, akan mubazir jika komputer pengunjung yang mengakses web memiliki resolusi tinggi (lebih besar dari 800 x 600 piksel) karena halaman web yang ditampilkan tetap dengan lebar 800 piksel. Cara lainnya yang digunakan pengembang adalah dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Lebar halaman web didefinisikan dengan menggunakan ukuran persentase. Misalnya, jika lebar halaman didefinisikan 90% maka ketika dibuka pada komputer dengan resolusi berapapun, maka lebar halamannya akan memenuhi 90% dari lebar layar. Cara ini tentu lebih baik karena tidak bergantung kepada resolusi komputer pengunjung. Selain itu, penyampaian informasi pada halaman web juga menjadi lebih efektif karena jika resolusi komputer pengunjung tinggi, maka informasi yang akan ditampilkan juga lebih banyak. Jika komputer pengunjung memiliki resolusi rendah, maka informasi pada halaman web tetap tersaji dengan baik karena tidak ada scrolling ke samping.

Pengembangan web Malibu 62 Studio cukup baik dalam memperhatikan faktor screen resolution yang telah dibahas di atas. Pengembang web menggunakan cara yang kedua yaitu dengan menggunakan ukuran yang dinamis.

3.19. Penggunaan White Space

White space adalah bagian halaman web yang tidak memiliki teks atau ilustrasi apapun. White space sangat penting dalam perancangan halaman web karena memudahkan pengunjung untuk memproses informasi dengan baik. Sebuah web yang memiliki sedikit white space akan menyulitkan pengunjung untuk mengidentifikasi informasi yang penting. Sebaliknya, penggunaan white space yang terlalu banyak juga kurang bagus karena halaman web akan terkesan kosong. Pengembang web harus menyeimbangkan proporsi white space dengan konten yang ada, artinya white space jangan terlalu sedikit tetapi juga tidak terlalu banyak sehingga pengelompokan informasi dapat dilakukan dengan baik.

Pada web Malibu 62 Studio penggunaan white space dan proporsi antara teks dengan paragrafnya sudah sangat baik digunakan. Hal ini membuat web tidak terlihat sempit, atau memanfaatkan penggunaan lahan yang ada dengan maksimal.

Gambar 25. Pengunaan white space yang baik pada web Malibu 62 Studio

3.20. Border

Pada web Malibu 62 Studio di bagian footer dari tiap halaman terdapat border, namun border-nya terlihat menonjol, sehingga menyerupai button dapat dilihat pada gambar 26.

Gambar 26. Border

Seharusnya border yang digunakan tidak menonjol sehingga tidak menggambarkan kesan button.

3.21. Halaman Yang Panjang

Web bukanlah sebuah buku, sehingga terdapat perbedaan antara desain cetak dengan desain untuk web. Menurut penelitian Jacob Nielsen, tidak ada orang yang membaca di web. Mereka hanya membaca sekilas saja (scanning). Jadi sebaiknya halaman yang disediakan pendek-pendek. Pada web Malibu 62 Studio masih ada halaman yang panjang sehingga membuat pengunjung web malas membaca, contohnya pada menu Hot News. Sebaiknya halaman yang panjang tersebut harus dipangkas dan dihubungkan melalui hyperlink. Jadi tidak akan ditemui halaman-halaman yang perlu di-scroll ke bawah cukup panjang.

3.22. Scrolling

Penggunaan scrolling digunakan seperlunya saja, karena dengan penggunaan scrolling tentunya akan membuat pengunjung malas untuk membuka halaman tersebut. Pada web Malibu 62 Studio, scrolling banyak digunakan dalam menu hot news. Sebaiknya menu tersebut hanya menyediakan berita sekilas saja kemudian sediakan link untuk pengunjung membaca berita selengkapnya, sehingga tidak diperlukan scrolling yang panjang. Sebenarnya pada menu tersebut yang membuat kontennya banyak adalah gambar, hal tersebut juga akan mempengaruhi proses loading yang lama. Atau berita terbaru dapat ditampilkan penuh dan yang lainnya tidak tergantung dari banyak tidaknya isi dari berita tersebut.

3.23. Bahasa Sederhana

Suatu web akanlah lebih baik apabila bahasa yang digunakan sesuai dengan pengunjung web tersebut. Secara umum, pengembang tidak mengetahui pengunjung seperti apa yang akan mengunjungi web Malibu 62 Studio ini. Oleh karena itu, diperlukan bahasa yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh siapa saja yang mengunjungi web ini. Web Malibu 62 Studio ini telah cukup baik dalam menggunakan bahasa, sehingga lebih mudah dipahami oleh pengunjung.

3.24. Mesin Pencarian

Mesin pencarian merupakan salah satu fitur yang harus ada pada sebuah web site. Fitur ini akan memudahkan pengunjung untuk menemukan informasi tertentu yang ada di web dengan mudah dan cepat. Pengunjung web hanya perlu memasukkan kata yang akan dicari dan sistem web akan menampilkan halaman hasil yang sesuai dengan kata kunci. Penggunaan fitur ini tentu lebih menghemat waktu pengunjung daripada harus browsing ke semua halaman web untuk mendapatkan informasi tertentu. Pengunjung web akan berterima kasih jika halaman web yang besar mempunyai elemen ini karena sangat menolong apabila pengunjung web kesulitan dalam melakukan pencarian yang akan dituju.

Pada web Malibu 62 Studio ini, tidak dapat search-engine (mesin pencarian) sehingga akan menyusahkan pengunjung untuk melakukan pencarian secara manual dari halaman yang satu ke halaman berikutnya. Ini merupakan kelemahan dari web site Malibu 62 Studio ini. Oleh karena itu, disarankan web Malibu 62 Studio menyediakan fasilitas mesin pencari untuk memudahkan pengunjung dalam melakukan pencarian.

3.25. Ruangan Komentar

Ruangan komentar sangat baik terdapat pada suatu web site, sehingga pembaca dapat memberikan pendapat atau mengirimkan surat langsung ke web site tersebut secara online dan tidak perlu menyalin nomor telepon. Pengunjung akan dimudahkan dengan adanya ruangan komentar dalam menyampaikan komentar mengenai web site tersebut. Dilihat dari segi pemilik web site tersebut, akan lebih dimudahkan karena hanya menjawab pertanyaan melalui email ataupun surat sehingga tidak perlu menghabiskan uang untuk membuang pulsa telepon. Ruang komentar ini sangat banyak sekali fungsinya sehingga sangat disayangkan apabila tidak ada dalam suatu web site.

Pada web Malibu 62 Studio tidak terdapat adanya ruang komentar, sehingga pengunjung web site tidak dapat leluasa memberikan saran maupun kritiknya demi kemajuan web site Malibu 62 Studio itu sendiri. Apabila ruang komentar tersedia maka pengembang web dapat memperbaiki web-nya sesuai dengan informasi yang didapatkan dari pengunjung web. Ruang ini merupakan salah satu ruang yang menyajikan umpan balik yang informatif dan pembalikan aksi di samping ruang-ruang lain yaitu survey, community (polling) dan forum.

3.26. Alat Penghitung Pengunjung

Dalam suatu web akan lebih baik apabila tersedia alat untuk menghitung pengunjung web. Dengan cara ini, situs web dapat di analisa dengan mudah dengan cara pemakaian counter (penghitung pengunjung). Jadi dapat dijadikan referensi oleh pemilik web seberapa banyak pengunjung mengunjungi situs tersebut. Ataupun dari segi waktu, seberapa lama suatu pengunjung web menikmati layanan yang disediakan oleh web tersebut. Lama atau tidaknya pengunjung berada di web tersebut dapat dijadikan tolak ukur seberapa besar pengunjung menyukai web tersebut.

Pada web Malibu 62 Studio tidak disediakan adanya alat penghitung pengunjung sehingga pemilik web sulit untuk melakukan analisa seberapa banyak pengunjung web tiap harinya yang dapat dilakukan dengan membuat titik awal pembanding yang dapat diperoleh dari data awal web log, atau counter baru kemudian dibandingkan dengan bulan-bulan berikutnya. Dengan begitu akan mudah dipantau sejauh mana pesatnya perkembangan situs web. Hal ini akan membuat pemilik web tidak mengetahui sejauh mana perkembangan situs web mereka sehingga mereka akan mengalami kerugian dari hal keuangan karena sebenarnya informasi yang disampaikan dengan web ini tidak memiliki arti apa-apa bagi pengunjung. Jadi sia-sia saja bagi pemilik web untuk memiliki web ini padahal mereka harus membayar web tersebut.

BAB 4 PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Web adalah fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Sedangkan web site merupakan kumpulan halaman web yang berhubungan dan saling terkait. Keterhubungan ini mempengaruhi keputusan para pengembang web dalam menangani setiap elemen web dan proses-prosesnya. Suatu web site dikatakan baik atau buruknya tergantung dari subjektifitas yang menilai. Secara kriteria penilaian baik tidaknya web site yang paling utama adalah ada tidaknya kenyamanan yang dirasakan oleh pengunjung web site tersebut. Sedangkan desain web yang baik akan bergantung pada penerimaan para pengunjung web, bukan berdasarkan seni, kreativitas dan selera desainer saja, kecuali benar-benar bermaksud memperlihatkannya sebagai karya seni eksklusif yang indah dilihat, daripada media komunikasi interaktif yang mudah dipergunakan.

Web usability merupakan salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah web. Pengembang harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplementasikannya pada sebuah web. Web merupakan salah satu media perusahaan untuk mempromosikan perusahaannya. Pengembangan web perusahaan bertujuan untuk meningkatkan rasa kepercayaan pengunjung atau pelanggan terhadap perusahaan.

Pada pengembangan web Malibu 62 Studio masih terdapat banyak kekurangan menyangkut masalah usability. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada web ini, antara lain adalah logo Malibu 62 Studio yang menyatu dengan gambar, menu utama yang tidak terlalu penting hanya membuat proses loading yang lama, judul halaman pada menu hot news tidak merepresentasikan isi dari halaman tersebut, berita tidak update, link yang tidak berubah warna ketika telah dikunjungi, link tidak sesuai dengan standardnya, penggunaan link gambar, peletakan form bisnis fotografi yang salah seharusnya pada menu franchise, field yang wajib diisi tdk diberitahu dan penggunaan button send dan reset pada form. Selain itu kekurangannya pada menu gallery yang berantakan, komposisi layar yang tdk baik, penggunaan gambar yang berlebihan, fonts yang terlalu kecil, penggunaan text image, ketidakkonsistenan penulisan pada hirarki yg sama, penulisan huruf kapital, warna background foto dan layar tidak kontras, penulisan menggunakan justified text, sesuatu yang berkedip, penggunaan navigasi yang membingungkan, border yang menyerupai button, halaman yang panjang, scrolling yang berlebihan dan yang terakhir tidak adanya mesin pencarian, ruang komentar dan alat penghitung pengunjung

Kekurangan-kekurangan ini membuat web terlihat kurang profesional. Kondisi ini dapat membuat kepercayaan pengunjung atau pelanggan terhadap Malibu 62 Studio berkurang. Selain kekurangan-kekurangan yang telah dijelaskan, terdapat juga nilai positif yang ditemukan di web ini. Faktor-faktor positif tersebut antara lain adalah terdapat tag line, tool bar menu terletak pada bagian atas, layout konsisten, perpaduan warna yang cukup baik, perpaduan warna fonts cukup baik, resolusi layar dengan ukuran yang dinamis, penggunaan white space yang baik dan penggunaan bahasa sederhana pada web Malibu 62 Studio tersebut.

4.2. Saran

Laporan akhir ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pengembang untuk mengembangkan web Malibu 62 Studio dengan lebih memperhatikan faktor-faktor usability dan user experience. Kekurangan-kekurangan yang masih ditemui pada web tersebut sebaiknya segera diperbaiki agar web Malibu 62 Studio dapat terlihat lebih profesional. Dengan demikian, kepercayaan pengunjung atau pelanggan terhadap Malibu 62 Studio akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Menganalisa Situs Web dengan Web Log. http://www.beritanet.com/Technology/Open

source/web-log-statistik.html.

Anonim. 2008. Analisis Usability BelajarMenulis.Com. http://www.rockholderdesign.com/webdesign/

analisis-usability-belajarmenuliscom/.

Anonim. 2008. 5 Things You Should Avoid in web design. http://www.theonion.com/content/node/282

88.

Anonim. 2008. Modul 1 Pengantar Internet Dan Pembangunan Website. http://videobelajar.com/2008

/04/28/modul-1-pengantar-internet-dan-pembangunan-website/

Chak, Andrew. 2003. Submit Now. New Riders Publishing.

Donald, Mick. 2008. Seperti Apakah Web site Bisnis Yang Baik?. http://www.mickdonald.com.

Dwinita. 2007. Desain Situs Web Yang Baik. http://www.beritanet.com/Literature/Tutorial/desain-situ

s-baik.html.

Kampherbeek, Jan. 2001. 100 Do’s and Don’ts in Web Design.

One Response to “”

  1. ran13zmboutra Says:

    JeLek Banget siyh hasiL akhirNya..
    tidak sesuai dengan yang diharapkan..
    kecewa..:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.